banner



kursus nail art semarang

Hello! Ditulisan kali ini aku akan bahas pengalamanku saat kursus nail art. Sebelumnya yuk di cek dulu instagramku @Nailbox.id

https://www.instagram.com/nailbox.indonesia/

Tidak mudah untuk menemukan kursus nail art yang cocok. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku waktu mencari tempat kursus nail art.

Pasti ini menjadi faktor utama yang menjadi pertimbangan kita untuk memutuskan mencari tempat kursus nail art. Secara ternyata kursus nail art itu gak murah loh. Untuk kelas basic, rata-rata mulai dari 3 juta untuk 3-4 kali pertemuan. Muahal bok menurut aku. Secara udah ngerasain susah nyari duit sendiri ya, untuk ngeluarin uang berjuta-juta hanya untuk beberapa kali pertemuan rasanya berat banget.

2.

Kredibilitas pengajar

Tentunya ini yang paling penting kedua setelah biaya. Sesuai dengan prinsip ekonomi, dengan sejumlah biaya yang kita keluarkan, tentu kita mengharapkan hasil yang seimbang atau bahkan lebih (secara aku anak ekonomi, jadi perhitungannya matematis banget…hehehe). Jangan sembarangan pilih tempat kursus, karena kalau kita salah belajar di awal, maka kedepannya kita akan salah terus. Jadi lihat dari portfolio si pengajar. Banyak kok sekarang nail artis yang buka tempat kursus. Sebelum join kelas, stalking aja dulu instagramnya, lihat hasil karyanya. Kalau memang cocok dan kamu suka, gak ada salahnya untuk contact dan menanyakan hal yang lebih detail mengenai jam belajar, materi, dan alat bahan yang didapat.

Bagiku saat itu lokasi penting banget sih, karena aku masih kerja full time dan hanya bisa ikut kursus di weekend aja. Btw, aku tinggal di daerah tangerang dan kemana-mana naik kendaraan umum. Itu alasan lain kenapa menurut aku lokasi menjadi salah satu pertimbangan penting. Aku pilih lokasi yang aksesnya bisa aku jangkau dengan mudah (semakin jauh jarak semakin mahal juga ongkos transportnya kan ya, dan pengeluaran akan jadi lebih besar juga). Tapi gak menutup kemungkinan juga ada kalian-kalian yang rela menempuh perjalanan jauh untuk ikut kursus. Aku kenal dengan seorang yang rela terbang dari bali ke jakarta untuk ikut kursus selama 2 hari. Jadi ini sebenarnya tergantung masing-masing lagi.

Akhirnya setelah aku ber-searching2-ria, aku memutuskan untuk mendaftar ditempat kursus di daerah Puri, Jakarta barat. Biaya, kredibilitas, dan lokasinya menurutku cocok untuku. Aku menanyakan untuk price list dan materinya melalui WA. Tempat ini punya beberapa tingkatan materi dengan harga yang berbeda-beda dan aku memutuskan untuk mengambil tingkat advanced nail art dengan 4 kali pertemuan dan 4 jam/pertemuan. Jadwal juga bisa disesuaikan dengan pengajar. Tentunya aku ngambil jadwal sabtu atau minggu aja.

Di tingkat ini materinya yang kita pelajarin adalah:

·

Nail manicure

·

Nail shaping

·

Gel polish aplication

·

Gel nail art

·

Soak off tech

Kursus di tempat ini juga ada free toolsnya.

·

UV lamp 36 watt

·

Detail brush

·

Top and base coat gel

·

Menda pump

·

Buffer dan file

·

Cutticle pusher dan cutticle nipper

·

Nail trimmer

·

Nail wheel

·

Tools bag

Sebelum ikut kursus aku gak ngerti apa-apa soal alat-alat itu. Aku pun gak sempet untuk searching lebih jauh lagi karena memang kesibukan di kantor lagi padat banget waktu itu. Jadi aku datang ke studio itu sebagai orang yang benar-benar buta banget soal nail art dan nail tools.

Day - 1

Studio nail art ini berada di sebuah apartemen di daerah puri. Ada beberapa pertanyaan yang ditanyain sama si cici sebelum kita mulai sesi belajarnya. Mungkin pertanyaan ini akan mempengaruhi teknik ngajarnya juga.

Cici : "Sudah pernah belajar nail art sebelumnya?"

Me : "Bikin-bikin sendiri sih ci, belum pernah belajar serius, paling nonton di youtube aja"

Cici : "Apa yang kamu tau tentang nail art sekarang?"

Me : "Nail art seni menghias kuku menggunakan kutek"

Cici : "Tujuannya belajar nail art apa? Mau buka salon?

Me : "…………."

Jujurnya aku sedikit bingung untuk menjawab pertanyaannya yang ketiga. Aku tau motivasi belajarku awalnya karena aku stress dengan pekerjaan di kantor dan ingin mencari hal baru yang bisa aku pelajari sehingga bisa mengurangi stressku. Belum ada kepikiran sama sekali aku akan punya salon kuku kedepannya. Aku yakin aku masih akan bekerja full time di kantor karena aku masih mengejar karir. Tapi dengan sejumlah uang yang aku keluarkan, apakah aku gak mau mendapatkan return? Apa belajar ini cuma sekedar hobi aja? Atau apa? Aku masih kebingungan sendiri dan akhirnya aku jawab:

Me : "Belajar-belajar aja dulu ci, kalau memang memungkinkan mau dijadiin bisnis."

Si cici cuman ngangguk-ngangguk.

Di awal kelas tentu ada pengenalan produk. Di situ aku baru tahu kalau ternyata dunia nail art itu sangat luas. Gak cuma sekedar ngutekin dan gambar di kuku doang. Banyak alat dan bahan yang benar-benar asing buat aku. Saat itu juga aku baru tahu kalau ada barang namanya gel polish, acrylic, uv lamp, primer, dll. Aku semangat banget waktu itu untuk belajar menggunakan alat-alatnya.

Di hari pertama aku belajar tentang nail preparation. Modelnya menggunakan tanganku sendiri. Si cici ngerjain tangan kananku dulu sebagai contoh supaya aku bisa ngerjain sendiri tangan kiriku nantinya. Di jelasin satu per satu langkah-langkahnya mulai dari bersihin cuticula, shaping, buffing, sampai aplikasi gel polish. Oh ya sebelum mulai aku disuruh untuk pilih warna polish yang aku mau dulu dan itu bener-bener bikin bingung. Kenapa? Karena si cici punya buanyaakk buangeett koleksi warna. Ada yang warna bold, ada yang pastel, ada yang gliter2 juga, rasanya aku pengen pakai semua di jari aku. Akhirnya setelah berbingung ria, aku pilih warna pink pastel yang cantik banget menurut aku.

Setelah si cici selesai kasih contoh step-step nail preparationnya, sekarang giliran aku untuk ngerjain di tanganku sendiri yang sebelah kiri. Aku mulai dengan menggunakan cuticle remover, kemudian mendorong cuticle dengan cuticle pusher, menggunting cuticula dengan cuticle nipper. Ini pengalaman pertama aku berurusan dengan dunia per-cuticle-an. Pertama kali diguntingin dan gunting cuticle sendiri. Awalnya aku takut menggunting cuticula sendiri, takut terlalu dalam dan berdarah. Jadinya aku cuma gunting bagian luar-luarnya aja, tapi ternyata kata si cici masih kurang bersih, jadi harus lebih banyak lagi di gunting sampai bersih.

Si cici benar-benar perhatiin satu per satu langkah-langkah yang kita kerjain ya, jadi kalo pas kita salah bisa langsung dikasih tau. Sistem belajarnya semi privat, jadi sekali belajar bisa 2-4 orang. Tapi pernah juga waktu itu aku sendirian aja karena yang lain gak ada jadwal.

Setelah bersihin cuticula, tahapan selanjutnya adalah shaping, yaitu membentuk kuku. Kebetulan saat itu kuku asliku pendek, jadi gak bisa terlalu banyak dibentuk, hanya dirapikan menjadi bentuk short round. Proses shaping ini menggunakan alat bernama file atau yang biasa kita sebut kikir. Setelah beberapa lama berenang di dunia nail art aku jadi tahu ada beberapa jenis nail file, akan aku bahas nanti di postku berikut-berikutnya.

Tahapan berikutnya yaitu buffing. Buffing ini tujuannya adalah untuk membuat bagian permukaan kuku menjadi lebih kasar. Aneh gak? Kok malah ngasarin kuku bukannya malah dihalusin? Ya pertama kali juga aku ngerasa aneh, tapi ternyata ada alasannya tersendiri. Untuk aplikasi gel polish, dibutuhkan permukaan kuku yang lebih kasar supaya gel polish lebih 'makan' dan lebih tahan lama. Kalau permukaan kuku licin, gel polish akan lebih mudah terkelupas. Sedangkan kalau kita gak mau aplikasi gel polish, hanya bersihkan kuku sampai step manicure aja, baru sebaiknya permukaan kuku dibuat halus. Oh ya untuk proses shaping dan buffing ini aku saranin kita selalu pakai masker ya untuk alasan kesehatan, karena debu dari kuku bisa terbang-terbang, terhirup, dan masuk ke paru-paru. Kalau memang punya budget lebih, bisa beli alat namanya dust collector. Sejenis vakum gitu untuk nyedot debu-debu kuku dari shapping dan buffing. Harganya memang agak mahal, mungkin start from 600rb-an, tapi cukup berguna untuk mengurangi debu-debu yang beterbangan (aku sih tetep saranin pakai masker ya walaupun sudah pakai dust collector).

Setelah permukaan kuku kasar, kemudian diberikan primer. Primer fungsinya adalah untuk membersihkan dan mengeringkan permukaan kuku. Tujuan utama pemberian primer adalah agar gel polish lebih awet.

Setelah primer kering, lapiskan gel base coat, cure (keringkan dengan lampu UV LED), aplikasikan lapisan pertama gel polish, cure, aplikasikan lapisan kedua gel polish, cure, aplikasikan no wipe top coat, cure, dan selesailah sudah kuku-ku yang cantik hari itu. Yang aku rasain beda menggunakan gel polish dengan nail polish biasa adalah gel polish terasa lebih bervolume di kuku. Menurut aku gel polish ini bagus untuk orang yang punya kuku tipis dan mudah patah. Lapisan gel polish yang lebih tebal akan membuat kuku jadi lebih kuat dan gak gampang patah. Buat yang punya kebiasaan gigitin kuku juga dijamin pasti gak mau gigit kuku lagi, sayang banget bok kuku udah cantik-cantik tapi digigitin..hehehe

Hasil kursus hari pertama

Ada teknik khusus untuk mengaplikasikan gel polish yang sedikit berbeda dengan penggunaan nail polish biasa. Kita harus pastikan aplikasi gel polish rata dan tidak bumpy di beberapa titik di kuku. Dongeng lebih jauh tentang pengaplikasian gel polish akan aku ceritain di post berikutnya ya.

Day - 2

Di pertemuan kedua ini aku belajar tentang nail shaping. Kali ini aku menggunakan kuku palsu dari bahan plastik untuk aku kerjakan. Ada beberapa bentuk nail shape, dari yang normal dipakai sehari hari sampai yang sangat unik. Di kelas ini aku belajar 5 bentuk dasar kuku.

Nail Shape

Susah-susah gampang sih untuk bentuk kuku ya. Tantangannya adalah kuku yang ukurannya kecil tapi harus kita bentuk hingga simetris dan sama di 10 jari. Setelah selesai ngebentuk kuku, kemudian diwarnai sesuai yang aku mau.

Materi hari ke-2 kemudian dilanjutkan dengan membuat 3 design nail art. Ternyata ngegambar itu susah! Aku awalnya gak bisa gambar sama sekali.Ngegambar pakai pensil/pulpen aja gak bisa bagus. Apalagi ini kita ngegambar pakai kuas. Tapi si cici dengan telaten ngajarin cara pegang kuas dan cara pakainya. Awal-awal mulai berasa stress juga karena ngeliat contoh yang dibikin si cici bagus banget, tapi kok aku bikin garis pun gak lurus. Setelah berjam-jam gambar hapus gambar hapus, jadilah 3 design elegant kursus hari ke-2 ini.

Design hari kedua

Kiri : Aku   Kanan : Si Cici

Kiri : Si Cici    Kanan : Aku

Kiri: Si Cici    Kanan: Aku

Day – 3

Hari ke-3 kursus materinya masih sama, belajar menggambar di kuku. Kelebihannya menggambar menggunakan gel polish adalah kita bisa hapus gambar yang salah tanpa takut gambar yang lain yang sudah di cure ikut terhapus juga karena acceton. Hari ketiga ini aku juga belajar 3 design. Bunga, Character, dan marble.

Design hari ketiga
Atas : Aku   Bawah : Si Cici

Liat kan perbedaan gambar aku dan si cici. Si cici gambarnya halus banget dan nyata banget. Sedangkan gambarku garisnya masih tebal banget dan gak nyata. Tapi aku tetep bertekat supaya bisa gambar jadi bagus.

Day – 4

Hari keempat adalah kelas terakhir, materi masih sama, menggambar. Hari keempat aku belajar untuk bikin 3D gel art, French nail, dan wedding design.

Design hari keempat

Untuk design yang ini aku lupa foto hasilnya si cici, jadi Cuma ada foto hasil kerja aku sendiri aja. Walaupun menurut aku design di pertemuan ketiga kemarin lebih susah, tapi design keempat ini juga cukup menantang untuk ngerjainnya supaya bisa rapi.

Terakhir dipertemuan kali ini aku juga belajar untuk soak off gel polish. Gel polish gak bisa di hapus pakai acceton dengan cara biasa ya guys. Harus di 'perem' dulu menggunakan acceton selama 10-15 menit. Baru setelah itu lapisan gelnya mulai mengelupas dan dibersihkan perlahan-lahan. Soak off juga ada tekniknya supaya kuku asli gak rusak. Banyak orang yang bilang setelah pakai gel polish kuku asli bisa rusak, tapi itu karena ada teknik yang gak tepat ya saat aplikasi atau soak off-nya, makanya kuku aslinya jadi rusak. Tapi kalau tekniknya benar, dijamin kuku kamu pasti tetap bagus.

So sekian dulu dongeng tentang waktu aku ikut nail art course, next bersambung lagi dongeng tentang materi lainnya. Masih aku pikirin sih untuk materi selanjutnya aku mau tulis tentang apa lagi. Thank you for reading. XOXO


kursus nail art semarang

Source: http://nailboxid.blogspot.com/2018/08/pengalaman-kursus-nail-art.html

Posted by: schmidtincibes.blogspot.com

0 Response to "kursus nail art semarang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel